Cerita Rakyat Timun Mas dan Raksasa Hijau
Ini adalah sebuah cerita rakyat indonesia yang berasal dari jawa
tengah. Kisah yang cukup menarik dan sangat terkenal, terutama di
kalangan anak-anak. Karena dulu sewaktu saya masih sekolah SD, cerita
ini ada dalam buku pelajaran bahasa indonesia saya. Maka di sini, saya
akan coba menulis kisah ini kembali. Tentunya dengan cara dan ciri khas
bercerita yang saya miliki. :)
Al-kisah pada zaman dahulu kala, ada seorang janda miskin yang tinggal
sendiri di tepi hutan. Karena umurnya yang semakin tua, janda itu merasa
semakin sulit melakukan pekerjaanya. Karena dia harus melakukanya
sendiri. Dari bercocok tanam dan mencari kayu bakar di hutan untuk di
jual. Janda itu sering merenungi nasibnya tiap malam. Mengeluh dengan
kehidupan yang di jalaninya.
Pada suatu malam, si janda miskin itu kembali merenung seperti biasa.
"Andai saja aku memiliki seorang anak, pasti hidup ku tak akan sesusah
ini. Akan ada yang membantu semua pekerjaan ku, dan merawat ku ketika
aku sudah tua renta nantinya". Keluh janda itu.
Ternyata semua keluh kesahnya di dengar oleh raksasa hijau penguasa
hutan yang bernama Buto ijo. Tak sengaja Buto ijo melewati rumah janda
miskin itu ketika tengah berburu rusa untuk di mangsanya.
"Hahaha.. Mungkin aku bisa membantu untuk mewujudkan ke inginan mu..". Kata Buto ijo sambil menengok ke jendela.
Mendengar suara yang menggelegar membuat janda itu terkejut dan sadar
dari lamunanya. Apa lagi setelah dia melihat sosok menyeramkan yang
mengintip dari jendela, membuat janda itu hampir pingsan karena
ketakutan.
"Jangan takut, aku tak akan menyakiti mu. Selama ini aku sering
memperhatikan mu, aku sering mendengar semua keluh kesah mu. Dan kali
ini aku datang untuk mewujudkan ke inginan mu.. Aku bisa memberi mu
seorang anak". Kata Buto ijo.
"Benarkah itu..?". Wajah janda itu kini menjadi berbinar-binar karena
senang. Rasa takutnya kini telah hilang tertelan rasa bahagianya.
"Tentu saja benar.. Aku adalah raja para raksasa penguasa hutan ini, aku tak mungkin membohongi mu". Kata Buto ijo meyakinkan.
"Lalu.. Bagaimana caranya aku bisa memiliki anak?". Tanya janda itu.
"Dahulu kala sebelum aku dan kaum ku di usir dari kerajaan langit, aku
sempat mencuri sebuah biji timun Mas ajaib. Jika biji ini kau tanam dan
kau rawat, maka dia akan tumbuh dan dapat membuat apa yang kau minta
terkabul. Jika kau minta emas, maka dia akan berbuah emas. Jika kau
meminta harta, maka buahnya akan berisi intan dan permata. Dan begitu
pula jika kau meminta anak, maka buahnya akan berisi seorang bayi". Kata
Buto ijo menjelaskan.
"Kalau begitu, cepat berikan biji itu pada ku. Aku akan segera menanamnya..!!". Pinta janda itu bersemangat.
"Tapi ada syaratnya..".
"Apa syaratnya? Semuanya pasti akan ku penuhi". Janda itu semakin tak sabar.
"Jika kelak anak yang lahir adalah lelaki, maka dia akan jadi milik mu
sepenuhnya. Tapi ketika yang lahir adalah anak perempuan, maka dia harus
kau serahkan pada ku untuk aku makan. Apa kau setuju? Hahaha..". Suara
tawa Buto ijo menggelegar ke segenap penjuru hutan. Mendengar syarat
yang di ajukan Buto ijo, janda itu termenung sejenak. Tapi karena ke
inginan untuk memiliki anak sangat kuat, ahirnya dia menyanggupinya.
Ahirnya biji timun Mas ajaib itu di berikan. Dan pada ke esokan harinya,
janda itu segera menanamnya. Dia merawat tanaman itu tiap hari, hingga
ahirnya tanaman itu berbuah. Tapi betapa terkejutnya dia, ketika yang
lahir adalah seorang bayi wanita. Dia menjadi sangat bersedih karena
teringat janjinya pada raksasa Buto ijo. Pada malam harinya Buto ijo
datang menemui janda itu, setelah dia tahu yang lahir adalah seorang
puteri, Buto ijo berniat membawa bayi itu. Tapi si janda memohon
tenggang waktu beberapa tahun agar dia bisa merawat bayi itu. Dia
beralasan bahwa bayi itu masih terlalu kecil, dan tak akan memuaskan
bila di makan. Maka ketika nanti dia telah tumbuh lebih besar, maka dia
akan di serahkan ke Buto ijo.
Buto ijo menerima tawaran wanita itu. Dan waktupun terus berlalu setelah
kejadian di malam itu. Tiap lima tahun sekali, Buto ijo datang untuk
meminta anak gadis itu. Tapi janda itu selalu meminta tenggang waktu
dengan alasan yang sama. Tak terasa 20 tahun telah berlalu. Timun Mas
tumbuh menjadi gadis yang cantik, rajin, baik hati dan periang. Sehingga
kehadiran timun emas membuat kehidupan janda itu di penuhi dengan
kebahagiaan. Hingga pada suatu hari, Buto ijo datang kembali untuk
menagih janji.
"Hai manusia.. Sekarang aku datang lagi ke sini untuk menagih janji mu.
Cepat serahkan anak itu pada ku..!! Kesabaran ku sudah mulai habis..!!".
Kata Buto ijo marah.
"Beri aku sedikit waktu lagi. Dia masih kurus. Tunggulah hingga dia gemuk". Pinta janda itu.
"Tidak bisa.. Kesabaran ku sudah habis. Satu minggu lagi aku akan
datang, dan dia harus sudah siap". Kata Buto ijo sembari pergi menahan
amarah.
Sementara itu, Timun Mas tengah berada di hutan untuk memetik bunga
melati kesukaanya. Ketika dia tengah asik memetik bunga, tiba-tiba ada
seorang kakek tua berjubah putih menemuinya. Ternyata kakek itu adalah
Raja negeri langit. Dia menceritakan semua kisah timun Emas pada timun
Emas. Dan menceritakan juga kesedihan yang di alami oleh ibunya karena
janjinya pada Raksasa Buto ijo. Dan ahirnya kakek tua itu memberi sebuah
bungkusan kecil pada Timun Emas.
"Di dalamnya berisi sebuah duri, segenggam garam, dan terasi. Gunakan
dengan bijak untuk menyelamatkan diri ketika Buto ijo mengejar mu".
Pesan kakek itu kemudian menghilang. Timun Mas mengingat baik-baik semua
pesan kakek itu. Dan setelah sampai rumah, dia menceritakan semua
kejadian yang di alaminya kepada sang ibu. Tentu saja sang ibu merasa
terkejut. Tapi Timun Emas menenangkan hati sang ibu, dan dia yakin bahwa
dia akan baik-baik saja. ( baca dongeng anak hanya di
dongengterbaru.blogspot.com)
Dan waktu satu minggu ahirnya usai. Raksasa Buto ijo kembali datang
untuk menagih janji. Tapi betapa marahnya dia ketika dia menemukan gubuk
si janda telah kosong tak berpenghuni. Karena Timun Mas telah membawa
ibunya bersembunyi di sebuah goa dan dia sendiri berlari menuju arah
gunung untuk menjauhkan Buto ijo dari ibunya. Melihat gubuk yang sudah
kosong, Buto ijo pun mengerahkan kesaktianya untuk mencari tahu
keberadaan Timun Emas. Dan ahirnya ketemu. Buto ijo pun segera
mengerahkan segenap kesaktianya untuk mengejar Timun Emas.
Dengan waktu tak berapa lama, dia sudah dapat melihat Timun Mas berlari
di kejauhan. Melihat raksasa Buto ijo yang tiba-tiba sudah ada di
belakangnya di kejauhan, Timun Emas terkejut. Dia panik dan perasaan
takut mulai menghampirinya. Akan tetapi dia mulai teringat kembali pesan
kakek tua yang dia temui di hutan. Timun Emas pun langsung membuka
bungkusan yang di bawanya. Dia mengambil duri dan di lemparkan ke arah
Buto ijo. Sungguh ajaib..!! Ketika duri itu menyentuh tanah, kontan
kawasan di sekitarnya berubah menjadi hutan yang penuh dengan pohon dan
tumbuhan berduri. Tentu saja hal tersebut membuat Buto ijo kesulitan.
Karena dia di hambat oleh duri-duri tajam yang membuat sekujur tubuhnya
terluka.
Tapi Buto ijo bukanlah raksasa sembarangan. Dia memiliki kesaktian yang
tinggi sehingga di angkat menjadi raja para kaum raksasa. Dan dengan
ilmu yang dia miliki, ahirnya Buto ijo mampu melewati hutan duri itu.
Meski tubuhnya penuh luka dan goresan, dia tetap bertekad kuat mengejar
Timun Mas.
"Timun Mas, kau tak akan bisa lari dari ku.. Grrrr..!!". Teriak buto ijo sambil menggeram.
Melihat usaha pertamanya gagal, Timun Emas kembali membuka bungkusan
yang di bawanya. Kali ini dia mengambil segenggam garam dan di
lemparkanya. Dan ke ajaiban kembali terjadi, kawasan itu berubah menjadi
laut yang luas. Sehingga kini jarak antara Timun Emas dan Buto ijo di
pisahkan oleh lautan. Tentu saja hal itu membuat Buto ijo kebingungan.
Dan kesempatan itu tak di sia-siakan Timun Emas untuk kembali berlari.
Tapi Buto ijo tak menyerah. Kembali dia membaca mantera dan mengeluarkan
aji kesaktianya. Dia lalu berenang melewati laut ajaib itu. Lukanya
kini menjadi semakin perih karena terkena air laut yang mengandung
garam. Tapi ternyata hal tersebut tak menyurutkan tekadnya, malah emosi
dan kemarahanya semakin menjadi. Dan ahirnya dengan susah payah, Buto
ijo berhasil menyeberangi laut ajaib itu. Dan setelah Buto ijo
melewatinya, laut itupun lenyap tak berbekas.
"Kau membuat ku semakin marah.. Lihat saja jika nanti kau tertangkap,
aku akan melumat mu hingga tak tersisa.. Aaaarrrggg..!!". Amarah Buto
ijo semakin meluap tak terkendali. Melihat usaha keduanya kembali gagal,
Timun Mas sedikit cemas. Karena kini dia hanya memiliki satu benda
tertinggal, yaitu terasi. Jika ternyata usaha yang terahir ini gagal
juga, maka dia sudah pasrah pada nasibnya.
Tapi kembali Timun Mas menguatkan hatinya. Dia yakin, tuhan pasti akan
memberi jalan keluar dan menolongnya. Dengan penuh keyakinan dia lempar
terasi itu, dan lagi-lagi hal ajaib terjadi. Seluruh kawasan itu berubah
menjadi lautan lumpur. Yang dapat menghisap dan menenggelamkan apapun
yang berada di atasnya. Kali ini Buto ijo tak terlalu terkejut dengan
kejadian itu. Karena itu adalah ke ajaiban ke tiga yang di lihatnya
dalam satu hari ini, dia tak lagi heran. Dua rintangan telah mampu dia
lalui dengan kesaktianya. Dan hal tersebut membuat Buto ijo yakin pada
kesaktian dan kemampuanya. Dia yakin, dengan kesaktian yang di
milikinya, dia dapat melewati rintangan ke tiga ini dengan mudah.
Tapi semua di luar dugaanya, dia telah mengambil kesalahan yang cukup
fatal. Ternyata lautan lumpur itu memiliki daya hisap yang teramat kuat.
Ketika Buto ijo sampai di tengah-tengah lautan lumpur, dia tak mampu
lagi bertahan dan ahirnya tenggelam di telan lautan lumpur. Maka
tewaslah Buto ijo di tempat itu.
Setelah kematian Buto ijo, Timun Mas kembali ke rumahnya bersama sang
ibu. Kini kehidupan mereka lebih tenteram. Hingga pada suatu hari, ada
seorang pangeran berburu di hutan. Tanpa di sengaja dia bertemu Timun
Emas yang kala itu memetik bunga melati. Melihat kecantikan dan kebaikan
hati Timun Mas, sang pangeran pun jatuh cinta. Hingga pada ahirnya
Timun Emas di jadikan isteri dan di boyong ke istana bersama sang ibu,
dan mereka hidup bahagia hingga ahir hayatnya. Demikian dongeng rakyat dari jawa tengah dan sekitarnya, semoga bermanfaat.
The End
klik di sini
Sabtu, 14 Januari 2017
Dongeng si Kancil dan Gigi Harimau | Dongeng Anak Terbaru
Dongeng si Kancil dan Gigi Harimau
Pada suatu pagi yang cerah di hari minggu,si kancil sedang asik berlari-lari pagi.
The End
klik di sini
Pada suatu pagi yang cerah di hari minggu,si kancil sedang asik berlari-lari pagi.
Liburan
sekolah dia manfa'atkan untuk mengunjungi padang rumput di pinggir
hutan.Udara yang segar dan langit yang cerah sangat menyenangkan untuk
di nikmati,jarang bisa melihat langit yang biru dan luas di
tengah-tengah hutan yang lebat di desanya.
Kali ini si kancil pergi sendiri,karena ketika dia berangkat tadi si ranggo dan buny masih tertidur lelap.
Sang mentari sudah mulai tinggi bertengger di cakrawala.
Tanda bagi si kancil untuk segera pulang ke rumah.
Si kancilpun berlari-lari kecil dan masuk ke dalam hutan.Sesekali dia berhenti untuk memakan daun-daun muda yang dia lewati.
Tiba-tiba dia di kejutkan oleh suara geraman yang sangat keras dan menyeramkan.
Hingga seluruh tubuhnya gemetar di buatnya.
Dan di lihatnya seekor harimau yang besar dan gagah telah menyeringai di depanya.
Perasaan terkejut dan takut meliputi hati si kancil.
Dia tahu..Bahwa tubuh dengan corak belang-belang,kuku yang panjang,dan taring yang tajam di depanya adalah king Loreng.
Dia adalah raja penguasa seluruh hutan yang terkenal lalim dan kejam,serta suka bertindak semena-mena.
Kancil sadar kalau hidupnya dalam bahaya,tapi bukan si kancil kalau sampai dia kehabisan akal.
Maka si kancilpun tidak berusaha lari.
Dia tetap berjalan santai dengan pura-pura berjalan pincang mengangkat salah satu kaki belakangnya.
"Woi mahluk kecil..!! Apa kau tak mengenal aku?".Teriak harimau.
"Hamba
mengenal anda paduka.Tentunya dengan tubuh gagah,kuku,taring,dan tubuh
bercorak khas,tak ada yang tak mengenali paduka..Raja Loreng".Jawab
kancil merendah.
"Berarti kamu tahu nyawa mu dalam bahaya,kenapa kau tak coba lari?".Tanya harimau penasaran.
"Secepat dan segesit apapun hamba lari,hamba tahu tak akan bisa mengalahkan kecepatan dan kegesitan paduka.
Dan ahirnya hamba pasti tertangkap juga..Apa lagi dengan keadaan kaki hamba yang pincang ini..".Kata kancil.
"Hahahaha..Benar..Benar..Kau tak mungkin bisa mengalahkan kecepatan ku.
Tapi..Tak
asik kalau kita tak main kejar-kejaran dulu,aku mau kamu lari..Dan
nanti aku akan mengejar mu..Kalo cuma begini saja,gak ada tantanganya
sama sekali..".Pinta harimau.
"Kalau itu memang keinginan paduka,hamba akan turuti.
Tapi sebelumnya..Jika boleh hamba minta satu permintaan..".Kata kancil.
"Oh..Iya..Iya..Silahkan..Aku tak akan menolak permintaan hewan seperti mu yang sebentar lagi akan mati jadi sarapan ku.
Memangnya kamu minta apa..?".Tanya harimau.
"Hamba
hanya minta tolong..Tolong paduka cabutkan duri yang menancap di kaki
belakang hamba,agar hamba bisa berlari dengan normal..".Pinta si kancil.
"Hahaha..Cuma itu? Baiklah..Akan ku cabutkan duri dari kaki mu".
Harimau
pun kemudian menundukan kepalanya di belakang kancil,untuk melihat duri
yang menancap di kaki belakangnya. kisah disajikan oleh
dongengterbaru.blogspot.com
Tapi ketika harimau itu sudah menunduk sangat rendah,tiba-tiba si kancil menendang dengan sekuat tenaga.
Karena kejadian itu,si harimau pun berteriak kesakitan karena satu giginya patah.
Dan si kancil tidak menyianyaiakan kesempatan itu.
Ketika harimau meraung-raung menahan sakit,secepat kilat kancil berlari dan menghilang di balik semak-semak.
Nah..Mulai hari itulah perseteruan antara kancil dan harimau di mulai..
Harimau yang merasa harga dirinya di injak-injak oleh kancil,menyimpan dendam yang terus di tahan.
Menunggu waktu yang tepat untuk membalas perbuatan kancil..Dalam kisah dan waktu yang lain.. :)
klik di sini
Cerita Dongeng Sebelum Tidur 1001 Malam | Dongeng anak Terbaru
Dongeng Sebelum Tidur, Cerita Dongeng 1001 Malam
Malam itu Zahra terlihat sudah sangat mengantuk. Matanya terlihat sayu dengan sesekali dia menguap menahan kantuk yang melandanya. Ayahnya tahu bahwa Zahra sudah mulai mengantuk, dia lalu menyuruh Zahra untuk mematikan Televisi dan mengantarnya pergi ke kamar tidurnya.
Malam itu Zahra terlihat sudah sangat mengantuk. Matanya terlihat sayu dengan sesekali dia menguap menahan kantuk yang melandanya. Ayahnya tahu bahwa Zahra sudah mulai mengantuk, dia lalu menyuruh Zahra untuk mematikan Televisi dan mengantarnya pergi ke kamar tidurnya.
“Ayah.. aku ingin di ceritakan seperti biasa. Ceritakanlah pada
ku sebuah dongeng sebelum tidur untuk mengantar tidur ku”. Rengek Zahra.
“Baiklah.. akan ayah ceritakan kisah pengantar tidur. Kali ini
Zahra mau kisah yang seperti apa?’. Tanya ayahnya sembari tersenyum.
“Aku ingin ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang baru,
jangan hanya tentang dongeng si kancil, atau dongeng tentang binatang seperti
biasa. Ceritakan pada ku sebuah cerita dongeng yang mengisahkan seorang wanita
yang cerdas. Agar suatu saat aku bias seperti dia”. Kata Zahra dengan polosnya.
Mendengar celoteh anaknya, sang ayah hanya tersenyum simpul.
Ternyata anaknya yang lugu ini dapat berfikir tentang cita-citanya di masa
depan.
“Baiklah.. kali ini ayah akan ceritakan sebuah kisah yang
cukup menarik. Apakah kau sudah pernah mendengar cerita tentang aladin, kisah abunawas, atau cerita-cerita 1001 malam lainya?”. Tanya sang ayah.
“aku pernah mendengar beberapa dari cerita dongeng itu,
memang sangat menarik. Apakah kali ini ayah kan bercerita tentang dongeng 1001
malam?”. Tanya Zahra lagi.
“iya.. tapi bukan tentang Aladin dan lampu wasiat ataupun
kisah tentang Abu Nawas yang jenaka, tapi cerita tentang dari mana kisah 1001
malam di mulai”. Kata sang ayah menjelaskan.
“Wah.. sepertinya sangat menarik. Lekas ceritakan ayah..!!
aku sudah tidak sabar mendengarnya”. Rengek Zahra yang sudah tidak sabar.
Lagi-lagi sang ayah hanya tersenyum simpul mendengar rengek
anaknya. Dan ahirnya ayah itupun mulai bercerita.
“Baiklah anak ayah yang paling manis, segera pakai selimut
mu dan dengarkan kisah ayah ini ya..”. kata sang ayah.
Cerita Dongeng 1001 Malam
Dahulu kala di sebuah dataran arab, ada sebuah kerajaan yang sangat besar. Kerajaan itu di pimpin oleh seorang raja yang sangat baik dan bijaksana. Hingga pada suatu hari, sang raja yang masih belum memiliki permaisuri itu jatuh cinta dengan seorang wanita yang sangat cantuk rupawan, lalu diapun memutuskan untuk menikahinya dan menjadikanya sebagai permaisuri. Kehidupan sang raja terasa semakin lengkap, dan hari-hari dia lalui dengan penuh kebahagiaan.
Dahulu kala di sebuah dataran arab, ada sebuah kerajaan yang sangat besar. Kerajaan itu di pimpin oleh seorang raja yang sangat baik dan bijaksana. Hingga pada suatu hari, sang raja yang masih belum memiliki permaisuri itu jatuh cinta dengan seorang wanita yang sangat cantuk rupawan, lalu diapun memutuskan untuk menikahinya dan menjadikanya sebagai permaisuri. Kehidupan sang raja terasa semakin lengkap, dan hari-hari dia lalui dengan penuh kebahagiaan.
Tapi hal tersebut tak berjalan lama, karena pada suatu hari
sang raja mengetahui bahwa permaiosurinya telah menghianati kepercayaan
cintanya. Permaisuri itu ternyata menduakan cinta sang raja dengan seorang
pengawal kerajaan. Menghadapi hal itu, sang raja sangat murka. Kesetiaan yang
selama ini dia jaga ternyata di hianati oleh wanita yang paling di cintainya. Dan
ahirnya sang raja memutuskan hukuman mati untuk isterinya dan pengawal
tersebut.
Tapi kisah itu tidak berahir begitu saja. Ternyata karena
penghianatan isterinya, sang raja menjadi sangat dendam dan membenci para
wanita. Tapi walau bagaimanapun, sang raja tidak bias hidup dalam kesendirian. Maka
dia selalu mencari wanita-wanita cantik, kemudian dia nikahi dan di jadikan
isteri. Tapi anehnya, setelah sehari semalam.. dia akan menghukum mati isteri barunya
tersebut. Dia beralasan bahwa dengan begitu tak ada lagi permaisuri yang akan
menghianatinya.
Sudah hamper ratusan wanita yang menjadi korban dari
keegoisan dan dendan sang raja. Tapi para penasehat dan menteri kerajaan tak
memiliki keberanian untuk menegur kesalahan sang raja. Hingga para pejabat
kerajaan dan rakyat negeri itu selalu di hantui rasa cemas. Takut bila mana
suatu saat raja kan melamar anak-anak gadis mereka. Sebuah kebahagiaan yang
hanya bertahan sesaat kemudian akan berubah menjadi tangis dan kesedihan karena
kematian.
Perilaku sang raja berjalan cukup lama, hingga rakyat
semakin di buat gusar oleh tingkah laku raja mereka. Dan jika terus di biarkan,
tak tertutup kemungkinan akan terjadi sebuah pemberontakan besar. Dan ternyata
hal ini disadari oleh seorang puteri penasehat. Puteri itu sangat cerdas dan
pandai. Dia berniat untuk merubah raja dan mengingatkanya pada jalan kebaikan. Dia
ingin meyakinkan raja, bahwa masih ada isteri setia di dunia ini. Dan tak semua
wanita itu memiliki sifat ingkar.
Diapun kemudian menyampaikan niat tersebut kepada ayahnya. Tentu
saja ayahnya sangat keberatan. Dia takut jika nanti puterinya akan berahir sama
seperti wanita-wanita lainya, yaitu di hokum mati. Tapi sang puteri coba
meyakinkah yahnya bahwa dia pasti dapat menjaga diri. Dan Allah selalu bersama
mereka yang memiliki niat yang baik dalam jalan kebenaran.
Ahirnya sang ayah pun mengikuti kehendak puteri semata
wayangnya. Walau dengan berat hati, dia pun menikahkan puterinya dengan sang
raja. Tentu raja sangat senang, karena puteri tersebut memang memiliki
parasyang sangat cantik. Dan pesta pernikahan pun di gelar dengan
besar-besaran. Tapi walau terlihat megah, tak tampak wajah ceria yang terlihat.
Karena mereka sudah tahu nasib apa yang akan menimpa puteri tersebut. Bahkan suasana
pesta terkesan hambar dan menyedihkan.
Ahirnya setelah pesta usai, sang raja pun menyusul sang
puteri ke peraduan. Itu adalah malam pertama pernikahan mereka yang
membahagiaakan. Ketika sang puteri melihat sang raja telah berada di
sampingnya, sang puteripun berkata..
“Wahai suami ku, maukah kau mendengar sebuah kisah yang
menarik..”. Tanya sang puetri yang kini sudah menjadi permaisuri.
“Wah.. tentu saja permaisuri ku, aku sangat senang sekali
mendengar sebuah cerita..”. jawab sang raja yang memang gemar mendengarkan
cerita-cerita yang menarik.
Ahirnya permaisuripun memulai ceritanya, cerita berjalan
begitu menarik. Dan sang raja terlihat mendengar cerita itu dengan penuh
antusias. Tapi ketika cerita telah sampai pada bagian yang paling seru, sang
permaisuri menghentikan ceritanya,,
“Suami ku, malam sudah hamper pagi. Akan ku lanjutkan lagi
ceritanya besok malam. Sekarang kita tidur dulu..”. kata permaisuri sambil
tersenyum. Dan raja menyetujuinya. Karena serunya kisah yang di ceritakan oleh
sang ratu, sang raja selalu merasa penasaran. Hingga dia tidak sabar dan
berharap hari segera malam. Dan malam berikutnya sang ratu kembali melanjutkan
ceritanya. Ketika cerita yang satu telah usai, dia kembali menyambungnya dengan
cerita lain yang lebih seru dan menarik. Hingga membuat sang raja semakin
penasaran. Tapi sebagai mana di malam pertama, kisahnya akan terpotong di
bagian yang paling seru. Permiasuri sengaja menggantung ahir cerita dan
berjanji akan meneruskan di malam berikutnya dengan alas an yang sama.
Tak terasa, ratusan kisah telah di ceritakan oleh sang
permaisuri. Dan ratusan malam telah dia lalui bersama sang raja. Dan setelah
malam yang ke 1000, maka sang puteri mengahiri kisahnya pada malam yang ke
1001. Dan di malam terahir itu, sang puteri mengingatkan sang raja bahwa apa
yang di lakukan oleh sang raja selama ini adalah salah. Dan permaisuri
membuktikan, bahwa seorang wanita yang setia itu masih ada, dan tak semua
wanita suka ingkar janji.
Mendengar penjelasan isterinya itu, ahirnya sang raja
tersadar. Bahwa selama ini dia banyak melakukan kesalahan pada rakyatnya. Dan isterinya
yang bijaksana itu rela mengambil resiko dengan mempertaruhkan keselamatan
nyawanya demi mengingatkan dia. Dan setelah hari itu, sang raja kembali menjadi
raja yang bijak dan adil. Dengan di damping permaisuri yang paling di
cintainya, dia memimpin kerajaanya dengan lebih bijaksana. Dan seluruh rakyat
sangat berterima kasih dan merasa berhutang budi pada pengorbanan sang puteri. Dan
dari 1001 malam yang telah di lewati, maka kisah-kisah itu di kenal dengan
cerita 1001 malam.
Sang ayahpun mengahiri ceritanya. Dia melihat Zahra telah
terlelap dengan pulas. Sang ayah hanya tersenyum melihatnya. Setelah mengecup
dahi anaknya, sang ayah itupun beranjak dari tempat tidur dan berjalan untuk
mematikan lampu kamar.
“Serlamat tidur anak ku, semoga mimpi indah..”. kata sang
ayah sembari menutup pintu kamar tidur Zahra.
Dongeng Cerita si KANCIL Mencuri TIMUN ? | Dongeng Anak Terbaru
Cerita Dongeng si Kancil
Mencuri Timun?
Si kancil adalah binatang yang sangat cerdik, dia sangat pandai dan suka menolong hewan-hewan lainya. Mulai dari gagak, tikus, siput, kerbau, dan binatang-binatang lainya. Tapi dengan ketenaran serta kebaikan hatinya, banyak juga merasa iri dan diam-diam membenci si kancil. Salah satunya adalah monyet. Monyet di kenal sebagi hewan yang paling cerdas sebelum si kancil. Monyet dikenal juga sebagi hewan yang cukup cerdik sehingga dia bisa lolos dari berbagai bahaya, termasuk dari jebakan petani yang berusaha menangkapnya ketika si monyet mencuri buah timun milik pak tani. Dan ahirnya karena sifat irinya, si monyet ingin mengetes si kancil. Apakah dia mampu lolos dari berbagai bahaya seperti si monyet sehingga layak di juluki hewan yang paling cerdik di hutan?
Si kancil adalah binatang yang sangat cerdik, dia sangat pandai dan suka menolong hewan-hewan lainya. Mulai dari gagak, tikus, siput, kerbau, dan binatang-binatang lainya. Tapi dengan ketenaran serta kebaikan hatinya, banyak juga merasa iri dan diam-diam membenci si kancil. Salah satunya adalah monyet. Monyet di kenal sebagi hewan yang paling cerdas sebelum si kancil. Monyet dikenal juga sebagi hewan yang cukup cerdik sehingga dia bisa lolos dari berbagai bahaya, termasuk dari jebakan petani yang berusaha menangkapnya ketika si monyet mencuri buah timun milik pak tani. Dan ahirnya karena sifat irinya, si monyet ingin mengetes si kancil. Apakah dia mampu lolos dari berbagai bahaya seperti si monyet sehingga layak di juluki hewan yang paling cerdik di hutan?
Ahirnya pada suatu hari, si
monyet dating menemui si kancil. Dia berkata bahwa dia memiliki kebun mentimun
yang sangat luas, dan berharap si kancil mau membantu memakanya karena dia tak
kuat menghabiskanya sendiri. Mendengar tawaran baik dari monyet, si kancil
tentu sangat senang tanpa memiliki perasaan curiga sedikitpun. Ahirnya berangkatlah
mereka menuju kebun timun pak tani yang di akui monyet sebagai kebun miliknya. Monyet
sangat yakin kali ini dia akan membuat si kancil tak bisa lolos dari jebakan,
sedangkan dia pasti bisa lolos karena sudah berkali-kali dia mampu meloloskan
diri dengan mudah berkat kegesitanya. Sesampainya di kebun, mereka berdua
memakan buah timun sepuasnya. Si kancil yang tahunya itu kebun milik monyet,
memakan buah timun dengan lahap dan sebanyak yang mampu dia makan. Setelah kenyang,
mereka pulang. Begitu mereka lakukan setiap hari.
Sedangkan pak tani ketika
melihat buah timun miliknya yang semakin hari semakin berkurang, membuat pak
tani curiga dan berusaha mencari apa sebabnya. Tak sengaja dia melihat bekas
jejak kancil yang ada di kebunya. “Berarti selama ini si kancil mencuri timun
milik ku. Baiklah.. akan ku buat perangkap agar besok kancil itu bisa ku
tangkap”. Piker pak tani yang mengira bahwa kancil mencuri timun miliknya. Pada
keesokan harinya, seperti biasa si monyet dan kancil kembali ke kebun untuk
memakan timun. Dan seperti hari-hari sebelumnya pula si kancil makan dengan
lahapnya. Sementara si monyet hari ini juga makan dengan lahap. Karena dia
berfikir selama ini tak ada perangkap atau pak tani yang berusaha menangkap
mereka, berarti pak tani belum menyadari apa yang mereka lakukan. Tanpa mereka
sadari, gerak gerik mereka di perhatikan pak tani dari balik semak-semak.
“Oooo.. ternyata kancil dan
monyet bandel itu lagi.. kemarin Cuma monyet, sekarang membawa teman. Lihat saja,
pokoknya salah satu dari dua hewan itu akan aku tangkap’. Kata pak tani dalam
hati. Setelah beberapa lama, kancil dan monyet ahirnya kekenyangan. Merekapun menjadi
merasa sangat mengantuk dan memutuskan untuk tidur sebentar. Tapi baru beberapa
saat mereka terpejam, tiba-tiba mereka di kejutkan oleh suara gaduh pak tani
yang mengejar mereka sambil memukul-mukul kentongan sehingga membuat mereka
kaget dan berlari tunggang langgang. Si kancil dengan gesitnya berlari melalui
tiap semak belukar untuk mencari jalan masuk ke hutan. Sedangkan si monyet
berusaha memanjat pohon dan melompat dari satu pohon ke pohon lainya. Tapi karean
dia kekenyangan, menjadi kurang lincah dan tak mampu bergerak lebih gesit dari
biasanya. Dengan mudahnya pak tani membidiknya dengan panah yang sudah di
bubuhi dengan ramuan obat tidur. Sehingga ketika mengenai si monyet, monyet
tersebut langsung terjatuh ke tanah dan tak sadarkan diri. Dan ahirnya, monyet
yang iri hati itu di tangkap dan di bawa pulang oleh pak tani. Setelah kejadian
itu, tak terdengar lagi bagaimana kabar si monyet dan juga tak pernah lagi
muncul di dalam hutan. Maka, setiap perbuatan jahat pasti akan mendapat balasan
yang buruk pula di kemudian hari seperti si monyet.
The End
Dongeng Ayam Jantan yang Sombong | Dongeng anak Terbaru
Dongeng Ayam Jantan yang Sombong
Kesombongan pasti selalu berahir celaka. Karena seorang mahluk itu tak berhak sombong. Karena sombong hanya pantas di sandang oleh Tuhan dzat pencipta seluruh alam. Nah, pada kesempatan kali ini, blog dongeng terbaru akan berbagi kisah hikmah tentang buruknya sifat sombong dan akibat yang di sebabkan oeh kesombongan. Semoga adik-adik dan kaka’-kaka’ semua dapat memetik pesan moral yang coba dongeng terbaru sampaikan ewat kisah dongeng ini. Selamat membaca..
Kesombongan pasti selalu berahir celaka. Karena seorang mahluk itu tak berhak sombong. Karena sombong hanya pantas di sandang oleh Tuhan dzat pencipta seluruh alam. Nah, pada kesempatan kali ini, blog dongeng terbaru akan berbagi kisah hikmah tentang buruknya sifat sombong dan akibat yang di sebabkan oeh kesombongan. Semoga adik-adik dan kaka’-kaka’ semua dapat memetik pesan moral yang coba dongeng terbaru sampaikan ewat kisah dongeng ini. Selamat membaca..
Hingga pada suatu hari, sebuah
kejadian tak bisa di elakan. Ketika sedang asik mencari makan di
pekarangan peternakan, tiba-tiba ayam jantan ke dua di terjang oeh ayam
jantan serakah yang pertama. Untuk membela diri, ayam jantan ke dua pun
mencoba malakukan perlawanan sekuat tenaga. Tapi karena sifatnya yang
cinta damai dan tak suka berkelahi, ahirnya dia pun lari untuk mengalah
dan bersembunyi di balik tumpukan jerami.
Melihat awanya lari tunggang
anggang, ayam jantan yang sombong tersebut merasa sangat puas. Apa agi
mereka di lihat oleh para ayam betina yang dari tadi mencari makan di
sekitar mereka. Hal tersebut membuat ayam jantan yang sombong itu
menjadi besar kepala dan semakin membanggakan dirinya. “Tak ada yang
bisa mengalahkan aku di sini. Aku adalah ayam terkuat yang patut
menguasai dan menjadi raja di sini..cukkurukuuukkk..” katanya sambil
berkokok.
Tak puas hanya dengan hal itu, dia
berniat mengumumkan kemenanganya agar di ketahui oeh seuruh penghuni
peternakan. Dengan sombongnya dia mengepakan sayap dan melompat ke atap.
Dari atap peternakan, dia berteriak-teriak menyombongkan diri dan
menantang siapa saja yang berani melawanya. Sifat sombong telah membuat
dia lupa, bahwa di atas langit masih ada langit. Ternyata secara tak
sengaja, ada seekor elang yang sedang mencari mangsa lewat di atas
peternakan itu.
Melihat si ayam jago yang berteriak-teriak sombong di atas atap, memberi
kesempatan untuk si elang menyambar dan membawa ayam jago itu ke
sarangnya menjadi santapan anak-anaknya yang tengah lapar. Berahir sudah
riwayat ayam jago yang sombong itu. Sedangkan ayam jago yang satunya
kini menjadi ayam jago tunggal yang menguasai daerah peternakan.
Sifatnya yang suka mengalah dan cinta damai, ternyata mampu
menyelamatkan dia dari bahaya. Dan mendapat ke dudukan yang sebelumya
tak pernah dia bayangkan. Dan itu adalah balasan bagi orang-orang yang
mau bersabar.
Nah, para adik-adik dan kaka’-kaka’
pembaca sekalian, semoga ada hikmah yang dapat kita petik dari kisah
dongeng sederhana ini. Kita harus belajar untuk menjadi orang yang baik,
dan ebih baik dari pada hari kemarin. Karena kebaikan pasti akan
mendapat balasan yang baik pula. Meski sebelum itu kita harus lebih
bersabar pada ujian yang datang. :)
Cerita Legenda Malin Kundang Anak Durhaka | Cerita Rakyat
MALIN KUNDANG
Kisah zaman dahulu kala, hiduplah sebuah keluarga miskin di daerah pesisir pantai. Si ayah bekerja ikut kapal-kapal para pedagang untuk mencukupi kehidupan mereka. Keluarga itu memiliki seorang anak lelaki yang masih kecil, bernama Malin Kundang. Malin Kundang termasuk anak yang rajin, dia membantu setiap pekerjaan ibunya untuk meringankan beban orang tua. Sehingga ibunya sangat sayang pada Malin Kundang.
Hingga pada suatu waktu, sang ayah pergi berlayar. Namun setelah hari itu, sudah tak terdengar lagi kabar beritanya. Sudah bertahun-tahun berlalu, ibu malin kundang kini bekerja keras seorang diri untuk menghidupi dirinya dan membesarkan si Malin. Melihat hal itu, malin kundang yang masih belia merasa sangat kasihan. Dia bertekad untuk bekerja, merantau dan kelak pulang membawa harta yang banyak untuk ibunya. Hingga pada suatu hari, ada sebuah kapal yang cukup mewah berlabuh. Seperti biasa, malin segera berlari ke kapal bersama para pekerja angkut, karena si malin memang bekerja sebagai kuli panggul bagi para pedagang yang datang untuk membantu ibunya.
Melihat malin yang begitu rajin, sang nahkoda kapal menjadi sangat tertarik. Dia berniat mengajak malin berlayar dan bekerja di kapalnya. Malin pun merasa sangat senang, karena mimpinya untuk berlayar dan merantau ke negeri seberang akan bisa terwujud. Dia langsung berlari pulang untuk meminta izin pada emaknya.
Legenda Malin Kundang
Dengan berat hati, ibunya melepas anak semata wayangnya itu. Ingin rasanya menahan malin untuk pergi, namun karena melihat tekad malin yang begitu kuat, sang ibu tak kuasa melarangnya. ''Hati-hatilah di tanah rantau ya nak. Bersikaplah baik pada semua orang, selalu rendah hati, dan jangan lupa pada Tuhan yang maha kuasa''. Pesan ibu malin. ''Iya mak.. malin akan selalu ingat nasehat emak. Kelak malin akan pulang membawa harta yang banyak. Malin akan menjadi orang kaya, sehingga emak tak usah lagi bekerja. Malin pamit mak''. Kata malin berpamitan di iringi air mata ibunya.Setelah hari itu, setiap hari ibu malin selalu berdiri di pantai memandang cakrawala, berharap malin segera pulang. Setiap ada kapal yang singgah, ibu malin selalu berlari menghampiri, berharap anaknya ada di kapal itu. Namun selalu saja kekecewaan yang dia dapat, anaknya tidak ada di kapal itu.
Bertahun-tahun sudah berlalu, ibu malin masih menunggu kepulangan anaknya dengan setia. Dia selalu berdiri di tepi pantai, memandang cakrawala di pagi dan sore hari, berharap anaknya segera pulang. Hingga pada suatu hari, para penduduk tampak ramai berlari-lari ke pelabuhan. Ibu malin kundang yang saat itu sudah tua renta dan sakit-sakitan bertanya pada salah seorang penduduk. Ternyata, di pelabuhan tengah berlabuh sebuah kapal yang sangat mewah dan besar. Pemiliknya adalah seorang pemuda yang tampan dan kaya raya, mereka membawa barang dagangan yang sangat banyak. Mendengar hal itu, ibu malin langsung ikut berlari menuju pelabuhan. Langkahnya terlihat lemah dan tertatih-tatih karena tubuhnya yang renta dan sakit-sakitan.
Setalah sampai di pelabuhan, terlihat banyak sekali orang-orang berkumpul. Di atas kapal terlihat sepasang muda-mudi dengan pakaian mewah sedang membagi-bagikan uang pada mereka. Betapa gembiranya hati ibu malin, karena begitu dia melihat, dia sangat yakin bahwa pemuda gagah itu adalah anaknya. Dia dapat langsung mengenalinya berkat tanda lahir yang dimiliki malin.
Segera ibu malin naik ke atas kapal dan memeluk si malin. Namun perlakuan malin sungguh di luar dugaan, dia melemparkan perempuan tua itu hingga terjengkang. ''Siapa kau? Berani-berani mengotori baju ku yang mahal ini?''. Bentak malin. ''Malin.. ini aku nak, ibu mu. Kini kau benar-benar sudah jadi orang kaya nak. Kini ibu sangat senang kau sudah pulang''. Kata ibu malin. Malin terkejut mendengarnya, tak disangka wanita dengan pakaian lusuh itu adalah ibunya yang sudah lama dia tinggalkan.
''Benarkah pengemis ini ibu mu bang? Kata mu kau yatim piatu, ternyata dia masih hidup sebagai pengemis..''. Kata isteri malin kundang dengan nada ketus. Karena malu dengan isterinya, malin kundang akhirnya membantah. Dan berkata bahwa itu adalah pengemis yang hanya mengaku-ngaku sebagai ibunya untuk mendapat uang lebih. Lalu malin kundang meminta awak kapal untuk mengusirnya dengan kasar, dan segera mengangkat sauh dan berlayar meninggalkan tempat itu.
Menerima perlakuan yang sudah keterlaluan dari anaknya, ibu malin kundang merasa sangat kecewa. Rasa sakit di hatinya sungguh tiada terkira. Akirnya, dia berdo'a pada yang maha kuasa. .''Ya Tuhan.. engkau adalah dzat yang maha adil, dan mendengar setiap do'a hamba mu. Jika benar dia bukan Malin anak ku, maka berilah dia keselamatan dan kebahagiaan. Tapi jika dia benar-benar Malin kundang anak ku yang telah lama pergi, maka aku kutuk dia menjadi batu''.
Seketika, langit yang tadinya cerah menjadi gelap. Angin berhembus kencang, dan datanglah hujan badai yang menerjang kapal itu. Petir bersautan, ombak mengamuk. Melihat hal itu, malin menjadi sangat menyesali semua perbuatanya. Namun minta ma'af kini sudah terlambat. Tiba-tiba kapal mewah itu dihantam petir yang sangat besar hingga pecah berkeping dan karam. Dan konon, malin kundang berubah menjadi sebuah batu karena berani durhaka pada ibunya.
CERITA si KANCIL menolong KERBAU - Dongeng Anak Terbaru
Cerita si kancil menolong kerbau
Setelah pada cerita si kancil sebelumnya tentang perlombaan lari antara si kancil dan siput, kini sikancil sadar dan tak lagi menyombongkan dirinya. Si kancil kini kembali menjadi kancil yang periang, cerdik, dan juga baik hati. Pada suatu hari yang panas, si kancil menyusuri hutan untuk jalan-jalan. Karena merasa haus, si kancil berjalan menuju sungai untu minum.
Setelah pada cerita si kancil sebelumnya tentang perlombaan lari antara si kancil dan siput, kini sikancil sadar dan tak lagi menyombongkan dirinya. Si kancil kini kembali menjadi kancil yang periang, cerdik, dan juga baik hati. Pada suatu hari yang panas, si kancil menyusuri hutan untuk jalan-jalan. Karena merasa haus, si kancil berjalan menuju sungai untu minum.
Setelah sampai, si kancilpun minum dengan lahapnya. Dia meminum
sebanyak-banyaknya untuk menghilangkan rasa dahaganya. Setelah di rasa puas, si
kancilpun kemudian berteduh di bawah sebuah pohon yang cukup rindang. Suasana yang
sejuk dan angin sepoi-sepoi yang berhembus, membuat mata si kancil menjadi
terasa berat dan mengantuk.
Tapi ketika si kancil tengah asik menuju alam mimpi, lamat-lamat
dia mendengar suara merintih dan minta tolong. Si kancilpun segera bangun dan
mencari dari arah mana suara itu berasal. Betapa kagetnya si kancil, ketika dia
melihat dari balik semak-semak. Dia melihat pak kerbau yang tengah mengerang
kesakitan karena kakinya di gigit oleh seekor buaya. Si kancilpun mendekat
untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
“Hai pak kerbau.. apa kabarmu hari ini? Kau dan pak buaya sedang
main apa? Bolehkah aku ikut?”. Kata si kancil berlagak bodoh.
“Aduh kancil.. kabar ku hari ini sangat sial..”. kata pak kerbau.
“Tapi kabar ku hari ini sangat baik dan sangat beruntung..hahaha”.
kata buaya menyahut.
“Lho.. kok bisa begitu? Memangnya kalian ini kenapa? Ada apa
sebenarnya?”. Tanya si kancil.
“Begini cil..”. kata pak kerbau. “Tadi.. waktu aku sedang minum,
aku mendengar ada suara meminta tolong. Setelah aku cari, ternyata aku melihat
buaya ini sedang mengerang kesakitan karena tertimpa oleh pohon. Dia memelas
dan meminta tolong pada ku, agar aku mau menolongnya”. Kata pak kerbau.
“Lha terus masalahnya bagaimana kok bisa jadi begini?”. Tanya si
kancil lagi.
“Nah.. biar aku yang lanjutkan cil..”. kata buaya. “Tadi dia memang
menolong ku. Melepaskan aku dari tindihan pohon besar yang menimpa tubuh ku
sehingga aku tak bisa bergerak. Tapi tadi aku juga sudah bertanya padanya,
apakah diamau menolong ku dengan tulus? Lalu dia jawab, iya. Nah, janji adalah
hutang bukan?”. Tanya si buaya.
“Iya.. memang benar demikian, lalu..?” Tanya si kancil lagi.
“Aku terjebak di bawah pohon sudah tiga hari lamanya. Kehujanan,
kepanasan, dan juga kelaparan. Waktu pak kerbau menolong ku, aku sangat lapar
cil. Jadi ku tagih juga janjinya yang katanya mau menolongku dengan tulus, agar dia juga
bersedia ku santap untuk menolong ku menghilangkan rasa lapar ku. Jadi, aku tak
salah kan cil? Hahaha..”. kata si buaya.
“Apakah benar demikian pak kerbau cerita yang sebenarnya?”. Tanya si
kancil memastikan.
“Memang benar cil. Tapi aku hanya bermaksut menolongnya dari
tindihan pohon tadi agar dia bisa bebas. Tak ku sangka ternyata dia juga mau
memakan aku untuk menolong menghilangkan rasa laparnya. Nasib ku memang
benar-benar malang cil..”. kata pak kerbau pasrah dengan sedihnya.
“Tunggu-tunggu.. kalau memang benar begitu ceritanya, berarti pak
buaya benar dan pak kerbau yang bersalah. Jadi pak kerbau memang harus bersedia
di makan oleh pak buaya..”. mendengar perkataan si kancil ini, buaya menjadi
sangat senang dan si kerbau menjadi sangat bersedih. Dia hanya bisa merintih
dalam kepasrahanya.
“Tapi untuk lebih jelasnya, bagaimana kalau kita lakukan reka ulang
adegan yang sebenarnya…?”. Kata si kancil lagi.
“Reka ulang adegan? Maksudnya apa cil?”. Tanya pak buaya.
“Maksudnya, kita akan melakukan sandiwara tentang kejadian sebelum
hal ini terjadi. Agar semua dapat kita simpulkan dengan jelas siapa yang benar
dan siapa yang salah”. Kata si kancil.
“Buat apa cil? Kan tadi sudah kau bilang bahwa aku yang benar.”.
kata buaya sedikit protes.
“Memang pak buaya.. tapi masalahnya, pak kerbau merasa belum jelas
dan dia merasa dirinya juga benar. Nah, agar dia juga sama-sama mengerti bahwa
dia yang salah, maka kita harus melakukan reka adegan ini. Tentunya pak buaya
yang sangat cerdas tak mau jika di bilang memakan kerbau yang tak bersalah
bukan?”. Tanya si kancil.
Mendengar dirinya di puji, si buaya menjadi besar kepala.. “Wah..
tentu saja tidak cil. Kau memang benar. Buaya cerdas seperti ku tak mungkin mau
jika di sebut penipu. Hahaha.. baiklah, mari kita lakukan reka ulang adeganya,
aku yakin bahwa walau di ulang berapa kalipun.. tetap aku yang benar”. Kata buaya
dengan yakinya.
Ahirnya, buaya melepas gigitanya dari kaki pak kerbau. Dan merekapun
melakukan reka adegan. Si buaya kembali ke tempat asal dia tertimpa batang
pohon. Dan pak kerbau kembali mendorong pohon menimpa pak buaya dengan ke dua
tanduknya. Setelah di rasa si buaya tak sanggup lagi bergerak dan benar-benar
terjebak, si kancil mengajak pak kerbau segera lari meninggalkan tempat itu.
“Rasakan itu buaya jahat..!! ahirnya kamu berhasil juga aku tipu. Kamu
memang tak tahu terimakasih. Sudah di tolong malah tak mau membalas budi. Sekarang
rasakan sendiri akibat dari perbuatan jahat mu. Kau akan terjebak di situ tanpa
ada stupun hewan yang mau menolong mu. Hahaha..”. kata si kancil sambil berlari
meninggalkan tempat itu. Sementara si buaya yang merasa di tipu oleh si kancil,
sangat sakit hati dan menyimpan dendam. “Suatu hari nanti, aku pasti akan
membalas mu kancil..!!”. teriak buaya. Dan mulai saat itulah di mulai
perseteruan antara buaya dan kancil. Pada cerita dan kisah yang lain..
THE END
Langganan:
Postingan (Atom)